Kata-kata itu memang sudah biasa kita dengarkan. Tapi lain lagi maknanya bila itu di ucapkan bagi kita khusus sebagai nasehat. apalagi bila itu dari mulut orang tua kita terlebih ibu. Seharusnya menjadi sebuah ajimat yang selalu kita jaga.
Jangan sampai ucapan kita membunuh kita sendiri. Karena ludah bisa menjadi api. Mendengarkan ucapan, terkadang hanya kita dengarkan dari seseorang yang kita kenal atau kita hormati saja. dan begitulah memang budaya yang berjalan di sekitar kita. Seperti halnya hukum, tak berlaku bagi orang yang kenal. begitukah..? . Mari kita dengarkan petuah bukan dari siapa yang mengucap, tapi apa yang di ucapkan. Hati kita tentunya mengetahui mana yang benar dan mana yang salah. Kalau hati kita jujur terhadap diri sendiri.





Komentar