kita bukan beta version
Masih mengenai pendewasaan diri. Sebagai manusia yang terlahir bagikan kertas putih yang kosong, ada beberapa guritan yang telah membekas di kertas itu dari kita kecil. Warisan didikan ayah dan bunda yang tentunya harusnya baik untuk kertas itu. Kualitas guratan tulisan itu tinggal kita teruskan menjadi sebuah guratan sejarah yang suatu saat menentukan ada tidaknya kontribusi kita terhadap alam ini.
Layaknya sebuah software, sebenarnya kita bukanlah versi beta yang harus di perbaiki software tersebut. Tuhan telah mengistall penuh semua software dan hardware yang ada pada diri kita. Kegagalan sebuah pemakaian software buatan Tuhan ini semata-mata seringan adalah kesalahan dari pengoperasian kita sendiri. Sejauh mana kita mampu mengeksplosari software buatan tuhan yang sudah tertanam di diri kita ini.
Seperti halnya otak otak manusia yang lain, jangan mengira kapasitas kita berbeda dari yang lain hanya karena performance kita. Bahkan seorang idiot yang kita nilai cacat software otaknya pun bisa melebihi kemampuan eksplorasi manusia normal seperti saya. Kita hanya perlu membiasakan diri dengan segala sesuatu yang seharusnya menjadi kebiasaan kita. Jangan pernah memaksakan diri untuk menjadi seperti orang lain. Karena peran kita di alam ini tidak sama dengan orang lain. Kita, aku dan kamu adalah pemeran utama dalam kehidupan masing-masing. Tak perlu repot-repot meniru gaya kehidupan orang lain, menjadi plagiator yang kita sendiri menjadi tak mengenali diri sendiri.
Kenali diri sendiri dengan baik justru akan memacu kita menjadi lebih baik di banding orang yang mungkin kita idolakan. Ingat kita adalah pemeran utama, dimana pemeran utama harus mempunyai idealisme. Menjaga kemurnian diri sendiri lebih penting dibandingkan menjadi seorang plagiator tanpa tujuan.
Ketika hasil sebuah karya kita rasa biasa-biasa saja, mungkin biasa bagi kita. Tapi lain bagi orang lain. Sebagai pemeran utama, yang bisa menilai peran kita bukanlah diri kita sendiri. Orang lain yang menjadi penontonlah yang bisa menilai sebaik apa peran kita. Sebuah hasil karya ketika di awali dengan keikhlasan akan menjadi sesuatu yang mempunyai nilai seni tinggi yang tak terbayarkan dengan materi.
jadi catatan hari ini adalah, Kita bukanlah Beta version. Kita adalah full version yang siap rilis dan siap di eksplorasi.
Yang kedua Menjadi diri sendiri itu akan lebih baik dibandingkan memplagiat gaya orang lain.
catatan malam menjelang pagi, di temani blonty dan filter gretongan @alurkria. dan saya hanya menasehati diri koq. semua terserah sampeyan.