Sepertinya nyamuk ini kejar target, mereka berani mati demi setetes darah untuk memenuhi perut mereka.kegesitannya tak mau kalah dengan saplakan tangan yang telah dari tadi pasang kuda kuda dan stand by menanti sasaran. dan sepertinya nyamuk ini tertawa terkekeh ketika sambaran telapak tangan yang sudah dianggap paling kencang dengan sekuat tenaga, ternyata mendarat dengan mulus di pipi.Dan nyamuk ini sepertinya tersenyum geli ketika sepasang mata, selalu melirik gerak-geriknya yang setiap lenggak lenggoknya menarik untuk di lihat. Dan sepertinya sang mata sendiri harus berselisih pemikiran dengan otak di kepala yang sesungguhnya sudah tak sanggup untuk meladeni si nyamuk sexy ini.dan klimaksnya, sang mata tak kuasa sendirian menahan beban karena sang otak sudah tertidur duluan. sedangkan sang nyamuk tergeletak lemas dengan perut buncit berwarna merah.tersadar akan rasa gatal, sang tangan membangunkan mata untuk mencari sumber kegatalan itu. dengan reflek bagaikan sang jawara yang kedatangan musuh, sang mata membelalak dan di susul sang tangan yang menyerang ke arah sang nyamuk yang mati lemas kekenyangan.PLAAAK..! walaupun tak terdengan suara jrot atau apapun yang meletus, sanga tangan berlumuran darah, dan sang nyamukpun menggelepar-gelepar.entah apa yang terucap dari mulut sang nyamuk..! dan akhirnya diapun tewas setelah beberapa kali kejang. Usai pertempuran berdarah itu, dengan puas sang mata mengajak kembali sang tangan dan seluruh pasukannya untuk kembali tidur.Keesokan paginya, sang mata kebingungan mendapati pasukannya terserang sebuah wabah, dia merasa pedas, sedangkan beberapa pasukannya seperti kepala terasa panas suhu badannya, sangan tangan lemas bagai tak bertenaga..! Mungkinkah ini karena sisa pertempuran dengan sang nyamuk semalam..? .





Komentar